Prinsip Pola Makan Sehat Sehari-hari yang Mudah Diterapkan

Terbit Diperbarui

Pola makan sehat berpegang pada empat prinsip: cukup, seimbang, tidak berlebihan, dan beragam. Simak panduan praktis untuk menerapkannya setiap hari.

Belum ditinjau oleh tenaga medis.Naskah, gambar, dan video disusun dengan bantuan AI dan lolos pemeriksaan sistem, tetapi terbit tanpa sempat diperiksa editor.
Meja dapur berisi sayur, buah, nasi cokelat, dan kacang-kacangan dalam mangkuk di bawah cahaya pagi
Ilustrasi dibuat dengan AI.

Mengapa pola makan penting

Apa yang kita makan setiap hari memengaruhi kesehatan, baik pada individu maupun masyarakat. Menurut WHO, pola makan yang tidak sehat merupakan faktor risiko utama penyakit dan disabilitas. Sebaliknya, pola makan sehat membantu melindungi tubuh dari malnutrisi dalam segala bentuknya, serta dari penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker.

MedlinePlus dari lembaga kesehatan Amerika Serikat (NIH) menambahkan bahwa gizi yang baik membantu menjaga berat badan sehat, menurunkan risiko masalah kesehatan serius, menjaga kesehatan jantung, memperbaiki suasana hati, serta mendukung pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Kebiasaan makan yang terbentuk pada masa kanak-kanak dan remaja pun sering terbawa hingga dewasa, sehingga membangunnya sejak dini sangat bermanfaat.

Empat prinsip utama menurut WHO

Bentuk pola makan sehat bisa berbeda-beda, tetapi WHO menyebut empat prinsip yang menjadi fondasinya. Selain itu, makanan juga harus aman, yaitu bebas dari cemaran mikroba dan kimia.

  • Kecukupan: kebutuhan zat gizi makro dan mikro terpenuhi tanpa berlebihan, sehingga kekurangan gizi dapat dicegah.
  • Keseimbangan: energi yang masuk sebanding dengan energi yang dipakai, dengan perimbangan yang baik antara protein, lemak, dan karbohidrat.
  • Moderasi: zat gizi, bahan, dan makanan yang berpotensi merugikan kesehatan dibatasi.
  • Keragaman: beragam makanan bergizi dikonsumsi, baik di dalam maupun antarkelompok makanan.

Sayur, buah, serat, dan karbohidrat utuh

Karbohidrat adalah sumber energi utama tubuh. Bagi kebanyakan orang, WHO menyebut berbagai karbohidrat yang tidak dimurnikan sebaiknya menjadi porsi yang cukup besar dari pola makan, sekitar 45 sampai 75 persen dari total energi harian. Sumber yang dianjurkan adalah biji-bijian utuh, sayuran, buah, dan kacang-kacangan. Contoh biji-bijian utuh antara lain jagung, jawawut, gandum, havermut, dan beras cokelat, sedangkan contoh kacang-kacangan adalah lentil, buncis, kacang polong kering, dan berbagai jenis kacang lainnya.

Buah dan sayur segar tentu pilihan baik, tetapi menurut WHO yang beku atau kalengan juga boleh, selama tanpa tambahan gula atau natrium berlebih. Jus buah boleh diminum, tetapi sebagian besar jus, termasuk yang tanpa gula tambahan, tetap mengandung gula bebas dalam jumlah cukup banyak.

  • Orang berusia di atas 10 tahun sebaiknya mengonsumsi paling sedikit 400 gram buah dan sayur per hari.
  • Anak usia 2 sampai 5 tahun paling sedikit 250 gram, dan anak usia 6 sampai 9 tahun paling sedikit 350 gram per hari.
  • Asupan serat alami minimal 25 gram per hari untuk usia di atas 10 tahun, 15 gram untuk anak 2 sampai 5 tahun, dan 21 gram untuk anak 6 sampai 9 tahun.

Batasi gula, lemak jenuh, lemak trans, dan garam

WHO menyarankan gula bebas dibatasi kurang dari 10 persen total energi harian. Untuk orang dengan berat badan sehat yang mengonsumsi sekitar 2.000 kalori per hari, jumlah itu setara 50 gram atau sekitar 12 sendok teh rata. Membatasinya hingga 5 persen atau kurang mungkin memberi manfaat tambahan. Gula bebas mencakup gula yang ditambahkan oleh produsen, juru masak, atau konsumen, serta gula alami dalam madu, sirop, jus buah, dan konsentrat jus buah. Pengurangan ini sebaiknya tidak dilakukan dengan mengandalkan pemanis non-gula.

Lemak tetap dibutuhkan karena dua asam lemak esensial hanya bisa diperoleh dari makanan. Pada orang dewasa, WHO menyebut minimal 15 persen energi harian berasal dari lemak, dan total lemak sebaiknya tidak lebih dari 30 persen untuk membantu mencegah kenaikan berat badan yang tidak sehat. Lemak jenuh tidak boleh melebihi 10 persen energi, dan lemak trans tidak lebih dari 1 persen. Lemak trans hasil proses industri sebaiknya dihindari. Lemak jenuh dan trans dapat digantikan dengan lemak tak jenuh dari tumbuhan.

MedlinePlus juga menganjurkan pembatasan garam, gula tambahan, alkohol, dan lemak jenuh, serta memilih daging tanpa lemak, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan produk susu rendah lemak.

Tidak perlu diet ketat dan sesuaikan dengan diri sendiri

Makan sehat tidak harus berarti diet ketat. Menurut MedlinePlus, kita boleh menikmati makanan favorit yang kurang sehat, asalkan tidak berlebihan dan tidak terlalu sering, lalu diimbangi pilihan yang lebih sehat dan aktivitas fisik teratur. Suplemen makanan hanya melengkapi, bukan menggantikan, pola makan sehat.

Kebutuhan setiap orang berbeda, bergantung pada usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas, kondisi kesehatan, dan tujuan kesehatan. Budaya, makanan lokal, kebiasaan, dan anggaran juga memengaruhi bentuk menu sehat. Karena itu, tidak ada satu pola makan atau jumlah kalori yang cocok untuk semua orang.

  • Rencanakan menu sebelum berbelanja agar lebih mudah konsisten.
  • Pilih makanan segar, beku, atau yang minim pengolahan.
  • Terapkan penanganan, pengolahan, dan penyimpanan makanan yang aman untuk mencegah penyakit akibat makanan.

Kapan perlu ke dokter

Bahan yang kami rujuk tidak memuat daftar gejala darurat khusus. Namun, karena kebutuhan gizi setiap orang berbeda, konsultasikan pola makan Anda kepada tenaga kesehatan bila Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau tujuan kesehatan khusus. Dokter dapat merujuk Anda ke ahli gizi untuk rekomendasi yang lebih spesifik.

Perhatian ekstra juga diperlukan pada anak, yang memiliki kebutuhan energi khusus untuk tumbuh kembang. Bila Anda ragu apakah asupan anak sudah tepat, tanyakan kepada tenaga kesehatan. Hal yang sama berlaku bila Anda ingin mengubah pola makan secara drastis atau menggunakan suplemen, agar pilihan Anda sesuai dengan kondisi tubuh.

Video singkat

Video ilustrasi dibuat dengan AI.

Artikel ini hanya untuk informasi umum dan bukan pengganti konsultasi, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Bila ada keluhan, hubungi dokter. Dalam keadaan darurat, hubungi 119 atau IGD terdekat. Baca disclaimer lengkap.