Aktivitas Fisik untuk Dewasa dan Cara Memulainya

Terbit Diperbarui

Menurut WHO, dewasa perlu aktivitas intensitas sedang minimal 150 menit per minggu. Kenali manfaat dan cara memulainya bertahap.

Belum ditinjau oleh tenaga medis.Naskah, gambar, dan video disusun dengan bantuan AI dan lolos pemeriksaan sistem, tetapi terbit tanpa sempat diperiksa editor.
Sepasang kaki bersepatu olahraga berjalan santai di jalur taman yang teduh pada pagi hari
Ilustrasi dibuat dengan AI.

Mengapa tubuh perlu bergerak secara teratur

Aktivitas fisik yang rutin memberi manfaat bagi tubuh dan pikiran. Menurut WHO, pada orang dewasa aktivitas fisik membantu mencegah dan mengelola penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular, kanker, dan diabetes. Aktivitas ini juga mengurangi gejala depresi dan kecemasan, menjaga kesehatan otak, dan dapat meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

WHO juga mencatat bahwa orang yang kurang aktif memiliki risiko kematian 20 persen sampai 30 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang cukup aktif. Pada orang dewasa, aktivitas fisik yang teratur dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan jatuh. Kualitas tidur dan kesehatan mental pun cenderung lebih baik.

Yang dimaksud aktivitas fisik tidak hanya olahraga di pusat kebugaran. Menurut WHO, semua gerakan tubuh yang memerlukan energi termasuk di dalamnya, baik saat waktu luang, saat bepergian, maupun saat bekerja dan mengerjakan urusan rumah tangga.

Berapa banyak yang dianggap cukup

Rekomendasi global WHO untuk orang dewasa adalah minimal 150 menit aktivitas intensitas sedang setiap minggu. Aktivitas intensitas sedang maupun berat sama-sama bermanfaat bagi kesehatan.

Kenyataannya, banyak orang belum mencapainya. Sebuah studi yang dirujuk WHO menemukan bahwa 31 persen orang dewasa di dunia, atau sekitar 1,8 miliar orang, tidak aktif secara fisik. Angka itu naik 5 poin persentase antara tahun 2010 dan 2022. Bila tren berlanjut, proporsinya diperkirakan mencapai 35 persen pada 2030.

Pesan penting dari pedoman WHO adalah bahwa aktivitas sekecil apa pun lebih baik daripada tidak sama sekali, dan semua jenis gerakan dihitung. Jadi, bila target 150 menit terasa jauh, jangan menunda. Mulailah dari yang sanggup Anda lakukan hari ini.

Jenis latihan yang bisa dipilih

Menurut MedlinePlus, sebagian besar orang mendapat manfaat dari kombinasi beberapa jenis latihan. WHO juga menegaskan bahwa latihan penguatan otot bermanfaat bagi semua orang. Empat jenis latihan yang umum dikenal adalah sebagai berikut.

  • Latihan aerobik, seperti berjalan, berlari, atau berenang. Latihan ini meningkatkan laju napas dan denyut jantung serta menjaga kesehatan jantung, paru-paru, dan pembuluh darah.
  • Latihan kekuatan, yang memakai beban, tali resistensi, atau berat badan sendiri untuk membangun otot yang lebih kuat.
  • Latihan keseimbangan, seperti tai chi atau berdiri dengan satu kaki. Latihan ini meningkatkan stabilitas dan koordinasi, membantu berjalan di permukaan tidak rata, dan membantu mencegah jatuh.
  • Latihan kelenturan, seperti peregangan atau yoga, yang membuat sendi lebih mudah bergerak dan memperbaiki postur.

Cara memulai dan tetap konsisten

Anda tidak memerlukan peralatan mahal untuk memulai. Di rumah, beban ringan, matras, atau tali resistensi sudah cukup untuk latihan kekuatan dan peregangan. Anda juga bisa berolahraga di pusat kebugaran, atau di luar ruangan dengan bersepeda, berjalan kaki, atau menjelajahi taman. Bila berolahraga di luar, kenakan pakaian sesuai cuaca, lindungi diri dari sengatan matahari, dan pilih lokasi yang aman, terang, dan ramai.

Bila sudah lama tidak berolahraga, mulailah perlahan. Anda boleh membagi waktu latihan menjadi beberapa sesi pendek, karena porsi kecil pun tetap berguna. Tingkatkan secara bertahap, misalnya dengan menambah beberapa menit jalan kaki atau mempercepat langkah, tanpa memaksakan diri sekaligus. Bila ingin menjaga semangat, beberapa kiat berikut dapat membantu.

  • Pilih kegiatan yang Anda sukai agar mudah dijadikan kebiasaan.
  • Tetapkan target yang menantang namun realistis, lalu beri diri Anda hadiah kecil saat tercapai.
  • Variasikan latihan, misalnya dengan rute baru atau daftar lagu baru, supaya tidak bosan dan membantu mencegah cedera.
  • Ajak teman atau ikut kelompok agar saling menyemangati.
  • Gunakan pencatat langkah atau aplikasi di ponsel untuk memantau kemajuan.
  • Kurangi waktu duduk atau berbaring yang terlalu lama, karena WHO mengaitkan perilaku menetap dengan risiko penyakit jantung, kanker, dan diabetes tipe 2.

Kapan perlu ke dokter

Sebelum mulai berolahraga, bicarakan dengan tenaga kesehatan bila Anda kesulitan bergerak, sulit menjaga keseimbangan, atau khawatir olahraga tidak aman bagi Anda. Tenaga kesehatan dapat membantu memilih jenis dan jumlah aktivitas yang sesuai dengan kebugaran dan kondisi kesehatan Anda.

Saat berolahraga, dengarkan tubuh Anda. Bila Anda merasa tidak enak badan, merasakan nyeri, sesak napas yang berat, atau pusing, segera hentikan latihan dan cari bantuan medis. Jangan melanjutkan latihan dengan harapan keluhan akan hilang sendiri.

Bila Anda memiliki penyakit kronis atau kondisi lain yang memengaruhi gerak, konsultasikan rencana latihan Anda terlebih dahulu. Dengan begitu, manfaat aktivitas fisik bisa didapat dengan lebih aman.

Video singkat

Video ilustrasi dibuat dengan AI.

Artikel ini hanya untuk informasi umum dan bukan pengganti konsultasi, diagnosis, atau pengobatan oleh tenaga kesehatan. Bila ada keluhan, hubungi dokter. Dalam keadaan darurat, hubungi 119 atau IGD terdekat. Baca disclaimer lengkap.